Mengenai Saya

Foto saya
belajar memaknai hidup, bertahan hidup, dan menuliskan hidup

Jumat, 21 Oktober 2011

analisis media


          Dina Aqmarina Yanuary
                                                                                                                         Ilmu Komunikasi
     Kelompok 07

ANALISIS MEDIA

Saat ini, media tempat informasi disalurkan telah beragam jenis. Mungkin pada zaman dahulu kala, informasi hanya dapat kita liat dari media cetak dan mendengarnya melalui media elektronika berupa radio, jelas terlihat perbedaan itu pada masa sekarang. Sudah banyak media-media yang bisa kita pergunakan dengan baik sebagai salah satu sumber untuk mencari informasi yang kita butuhkan, terutama dengan melalui media televisi.
Seperti yang sering kita perhatikan, sudah banyak sekali stasiun televisi swasta yang menjadikan acara mereka menjadi raja karena banyak sekali masyarakat yang menyukai acara tersebut bahkan rela untuk terus duduk diam dan  manis di depan layar kaca hanya untuk menonton acara yang mereka sukai. Contohnya seperti sinetron islami yang sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat, yaitu Islam KTP.
Sinetron islami yang banyak menyedot perhatian masyarakat ini tayang mulai dari jam….hingga ja…. Di stasiun televisi SCTV memilki beberapa dampak positif dan dampak negatif.
Dampak positif dari acara tersebut adalah ilmu agama yang diselipkan dalam setiap scanenya. Dengan di selipkannya ilmu-ilmu religi di dalam aksi-aksi para pemain diharapkan mampu memberikan informasi yang baik bagi para masyarakat muslim sehingga mereka bisa belajar dan mendapatkan hikmah dari apa yang disampaikan oleh Ustadz Ali Nurdin dan Ustadz Hariri. Disamping itu, dengan memonton acara sinetron berbau religious mampu menjadi salah satu cara untuk mendekatkan hati seorang umat kepada Sang Pencipta karena kita bisa mengetahui apa sja kesalahan-kesalahan kita, bagaimana kita bisa menjadi seorang muslim yang benar, dan bagaimana cara kita untuk mendapatkan ridho-Nya dalam setiap keinginan dan kegiatan yang kita lakukan.
Namun, dalam sudut pandang lain, acara Islam KTP pun memiliki dampak negatif bagi masyarakat yang menontonnya. Seperti, gaya bahasa dari setiap pemainnya, kita ambil contoh Bang Ma’dit Musyawarah. Dengan kata-kata kasar yang bernada tinggi bisa menjadi contoh yang tidak baik bagi para penikmat acara televisi, terutama untuk kalangan di bawah umur yang belum begitu paham. Bisa saja penonton yang  berada di bawah umur itu mencontoh gaya dan nada bicara dari seorang Bang Ma’dit. Tentu ini jelas melanggar norma kesopanan yang seharusnya kita tanam dalam diri mereka sejak dini, malah hancur karena mereka telah meniru sesu hal yang tidak baik yang mereka lihat di televisi. Ada beberapa hal lagi tentang dampak negatif dari acara tersebut, yaitu waktu penayangannya. Mengapa acara sinetron tersebut harus di tayangkan pada waktu yang tidak tepat, waktu yang seharusnya digunakan oleh para umat muslim untuk menjalankan ibadah shalat magrib mereka. Banyak yang rela shalat tanpa khusu’ hanya karena alasan tidak ingin tertinggal untuk melihat sinetron itu sedikitpun, rela untuk meninggalkan kewajiban mereka sebagai seorang muslim hanya karena lebih tertarik dengan penampilan yang disuguhkan oleh para pemain sinetron, bahkan ada yang menjadikan alasan bahwa apa yang mereka lakukan itu benar, karena mereka menonton tayangan berbau religi, sehingga amal ibadahnya pun sama saja dengan ibadah shalat.
Mind set atau pola fikir masyarakat mampu dirubah oleh sebuah tayangan yang disuguhkan lebih stasiun-stasiun televisi yang ada. Diharapkan kepada para pecinta acra televisi bisa mengatur waktu dan bisa mengetahui mana yang harus lebih kita utamakan. Disamping kesadaran diri atas apa yang harus diutamakan, peran orang tua sebagai pengawas anak juga peru diperhatikan. Orang tua juga harus pandai memilah-milih acara mana yang sepantasnya ditonton oleh anak-anak mereka. Bila memang anak-anak mereka lebih menyukai acara seperti Islam KTP, maka jelaskanlah pada mereka, apa-apa saja yang boleh mereka tiru dan apa-apa saja yang tidak boleh mereka tiru, sehingga norma kesopanan pun tetap bisa kita dapatkan selain manfaat yang juga kita dapatkan dalam menonton sebuah tayangan di televisi.
Saran dari saya adalah sekiranya para pengatur tayangan di televisi harus lebih mengetahui lagi waktu-waktu apa saja yang tepat untuk di tayangkan sebuah acara dan waktu-waktu apa saja yang tidak tepat untuk menayangkan sebuah acara.
Kesimpulannya, acara Islam KTP yang di tayangkan oleh SCTV ini sebenarnya memilki tujuan dan maksud yang baik yaitu untuk mengajak para masyarakat yang masih awam, yang masih belum mengenal Islam secara dekat untuk bisa lebih dekat lagi dengan Penciptanya. Disamping itu juga dengan adanya acara ini, masyarakat yang belum memahami tentang ilmu-ilmu agama bisa sedikit demi sedikit mulai memahami ilmu agama yang di sampaikan lewat ceramah cingkat ataupun kata-kata dari Bang Ali dan Ustadz Hariri. Namun yang disayangkan adalah waktu penayangan acara yang kurang tepat. Lebih baik acara di tayangkan pada waktu umat muslim telah melaksanakan kewajiban mereka terlebih dahulu, sehingga mereka bisa merasakan mana yang seharusnya mereka dahulukan dan mana yang tidak. Yang terakhir adalah peran orang tua dalam membimbin putra dan putrinya saat menyaksikan tayangan di televisi. Berilah pengertian terhadap mereka mana kata-kata yang sopan yang bisa mereka tiru dan mana kata-kata yang tidak patut untuk mereka tiru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar